Monday, 3 March 2014

Cita-cita..

Hari ini (masih) membaca polemik mengenai larangan berhijab bagi Polisi Wanita dan Pramugari. Dan seketika ingatan saya kembali pada 20 tahun silam. Saat cita-cita masih beterbangan di awang-awang.

Tahun 1995. Sempat punya keinginan untuk masuk jajaran kepolisian. Kelihatannya gagah. Suka membayangkan, kalau saya menjadi seperti itu, saya rela tidak melepas seragam saya dimanapun. Haha.. lebay.. :D
Diantar oleh Adik ayah yang suaminya juga polisi, saya mendaftar. Tapi mungkin karena pertumbuhan saya belum maksimal pada saat itu, tingginya kurang 2 cm!
Diminta kembali pada tahun berikutnya, saya ogah.

Sempat terfikir juga untuk menjadi pegawai bank.
Lulus SMA, sebelum pengumuman Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri (UMPTN), mendaftarlah saya di salah satu Bank besar di Malang.
Tapi karena dasarnya dari jurusan IPA, gak paham sama sekali soal perbankan. Ya sudah..tak sampai setengah soal yang bisa saya kerjakan.

Bidang lain, orang tua sempat menawari, tidak kepinginkah mendaftar pramugari?
Pengen sih...melihatnya sepertinya keren. Tapi merasa kurang cantik, gak pe de ah.. :D
*yang penting ada alasan*

Pengumuman UMPTN, saya diterima di bidang yang tak terlalu banyak wanita menyukainya.

#Bersyukur (tingkat pertama), bidang ini saya geluti dan saya cintai sampai sekarang.

#Bersyukur (tingkat kedua), bidang ini bisa membawa saya pada pekerjaan-pekerjaan lain yang tak kalah keren dari yang saya sebut di atas.

#Bersyukur (tingkat tiga),dengan lebih luasnya bidang pekerjaan dan wawasan yang digeluti, saat pemahaman hijab itu datang, (walau bukan tanpa hambatan) tidak ada instansi yang menghalang-halangi saya.

#Bersyukur (tingkat empat), bidang keren ini membawa saya terdampar di SMA Arrohmah Putri.

#Bersyukur (tingkat lima), di Arrohmah Putri, terbuka kesempatan lebih luas untuk memahami lebih dalam lagi mengenai batasan-batasan syariah.

#Bersyukur (tingkat....),  sungguh kurang bersyukur kalau saya meneruskan hitungan.

Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadziibaan...

Wednesday, 26 February 2014

Dalam diam

Ya Allah..
Bantulah aku, mendidiknya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu.
Bantu aku mendidiknya untuk selalu mendekatiMu.
Jadikan anakku, mendekatiku, menyayangiku, mencintaiku.
Jadikan anakku, orang yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu, yang mencintai dan setia kepada kekasihMu, Muhammad.


010314



Thursday, 20 February 2014

Tabayun..

Sesungguhnya, ber-tabayun itu lebih utama..

Kalimat itu bisa menyimpulkan banyak hal. Dan memang sungguh sungguh banyak.
Sangat menyadari, setiap keputusan akan membawa dampak. Bisa menguatkan, atau malah melemahkan. Tergantung dari sudut mana memandang.
Tapi kalau mau berunding, sebaiknya dari sudut mana kita memandang, selama apapun berunding, tak akan mungkin memandang kesempurnaan. Selalu ada blind spot. Titik buta yang tak terlihat. Untuk itulah kita perlu 'berpindah posisi'. Agar kita tau nilai-nilai yang tak terlihat.

Kali ini saya menulis, ditemani 'Samy Yusuf" sambil tak henti menghela nafas. Dari hal yang ingin disuarakan, sampai tak hendak lagi dikatakan. Too much blind....


*kalau ada yang iseng membaca tulisan ini, maaf ya.. pasti bingung dengan tulisan yang tak jelas ujung tak jelas pangkal. :D *

: Untuk yang merasa terang padahal gelap, untuk yang merasa kokoh padahal rapuh, untuk yang terlalu mencintai padahal semua akan kembali...

Wednesday, 5 February 2014

Perbatasan

Kami ada di perbatasan
Melingkarkan lengan pada pilar keterbatasan

Bukan ingin merapat!
bukan juga ingin menepi!
tapi tundukkan kepala kami..
tundukkan...
dan tunduk...
hingga kami tau
pintuMu ada di tapak bumi.

de-040214

Thursday, 12 December 2013

11.12.13



Seperti membaca fikiran, membaca kekhawatiran, membaca harapan...
Konsep pendidikan yang kau rancang.

Tak henti jantungku berdegub, kencang!
Ya Allah..bantu aku menenangkan...

Kami menangis tersedu saat kau memilih pergi.
Baru kusadari saat ini.
Kau pasti menangis lebih haru manakala meninggalkan.
Yang tak setitikpun kau tampakkan.

        Jika kau ingin hidup tiga bulan,tanamlah padi.
        Jika kau ingin hidup tiga abad, tanamlah generasi"